Target Hardware Aplikasi Android

Sejauh yang kita tahu, Android saat ini adalah sistem operasi mobile yang digunakan oleh smartphone dan tablet. Pada kenyataannya, target hardware untuk aplikasi android lebih luas dari sekedar smartphone. Artikel ini akan membahas target hardware untuk pembuatan aplikasi Android. Target hardware ini sebagian sudah matang, sebagian masih dalam tahap percobaan dan sebagian lagi masih dalam tahap penelitian. Sebenarnya dari 5 tahun lalu android sudah diimplementasikan diberbagai macam hardware, namun implementasi itu tidak datang resmi dari google. Kali ini, Google serius membuat Android sebagai platfrom tunggal untuk seluruh platform dari Internet of thing (embeded/Rumah pintar) sampai perangkat TV dan automobile.

Sejauh ini, android sudah diimplementasikan untuk target sebagai berikut:

  1. Internet Of thing (Nest,Embeded system,Rumahpintar)
  2. Android Wear (jam tangan dan perangkat kesehatan )
  3. Google glass (kacamata)
  4. Smartphone/Tablet/Gadget
  5. Google Cast (Streaming platform)
  6. Android TV
  7. Android Cardboard (Augment reality/Virtual reality)
  8. Android Auto.

Berikut ini adalah penjelasan dari 8 point diatas.

Internet Of thing (IoT)

Website project Brillo

Website project Brillo

Proyek Android untuk Internet of thing memang baru di umumkan di Google IO 2015 dengan nama Project Brillo. Menurut websitenya, Google menyatakan bahwa Brillo mempunyai target IoT dengan integrasi mendalam ke Smartphone Android dan Cloud. Untuk mendukung standarisasi komunikasi Brillo, Google membuat protokol baru bernama Weave. Tujuannya agar semua perangkat Brillo bisa komunikasi antar device walaupun perusahaan, form factor dan perbedaan device, komunikasi tetap menggunakan protokol yang sama. Google ingin memastikan protocol baru konsisten disemua device dan weave mentargetkan agar semua perangkat IoT berbasis Brillo hemat sumberdaya baterai.

Untuk membuat aplikasi IoT di android, saat ini belum ada informasi bagaimana membuat IoT dan bagaimana mendapatkan Hardwarenya. Kalau anda ingin tahu contoh produk IoT dan manfaatnya, silahkan lihat di http://postscapes.com/internet-of-things-examples.

Android Wear

Android Wear

Android Wear

Android Wear adalah perangkat jam tangan dari Google. Sayangnya, sejauh ini perangkat ini tidak bisa berdiri sendiri untuk berfungsi optimal. Android Wear ini bisa menampilkan pesan SMS, pesan notifikasi, Google map, Mengakses camera Smartphone dan sebagainya. Berbeda dengan Apple watch, Android Watch punya banyak Form factor namun terbagi menjadi dua jenis yaitu interface lingkaran dan interface kotak.  Untuk membuat aplikasi Android Watch, anda cukup memakai Android Studio, sama seperti kita membuat aplikasi Smartphone.

Google Glass

Google glass adalah project Google untuk perangkat kacamata. Sistem operasi Glass ini juga masih Android. Sayangnya saat ini project Glass tidak banyak kemajuan. Google sepertinya sedang memperbaiki banyak fakor di Glass karena banyak mendapat kritikan baik dari sisi teknologi, usability dan kemanan pemakaian serta harganya yang mahal.

Smartphone dan Tablet

Ini adalah platform yang paling populer saat ini.90% lebih aplikasi android dibuat untuk target smartphone dan tablet. Saya tidak akan cerita banyak disini karena ini adalah platform yang plaing populer. Android juga bisa dinstall di PC atau emulator dengan adanya proyek Android X86. Proyek android x86 tidak resmi didukung Google, namun aplikasi yang berjalan sama dengan jenis aplikasi di smarpthone.

Google Cast

Aplikasi jenis ini adalah aplikasi yang menghubungkan Google TV/ChromeCast/Android TV dengan smartphone. Google cast adalah platform streaming di Android. Target aplikasi yang dibuat untuk mirroring layar smartphone ke TV. Target aplikasi yang dibuat seperti Streaming Youtube, Netflix atau Galeri Foto. Sekarang Google cast naik level dengan memungkinkan main Game di TV dan Android sebagai controllernya.

Google Cast

Google Cast

 

Android TV

Android TV sebenarnya adalah Google TV 2.0. Google belajar dari kesalahan Google TV yang berusaha membuat TV bisa browsing internet, akses twitter dan Facebook serta semua aktivitas yang biasa dilakukan di smartphone. Google akhirnya mendarai bahwa Android TV memang didesain untuk hiburan. AKhirnya android TV dibuat Google untuk mengoptimalkan kemampuan Android untuk hiburan Audio dan Video serta Game. Aplikasi Android TV kebanyakan adalah aplikasi multimedia, game dan streaming service seperti Radio online, website Liputan berita atau Game 3D.

Terus apa bedanya dengan Google Cast? Ini yang menarik. Google cast didesain untuk menjadi pehubung untuk “mengantarkan” content di smartphone ke layar TV. Google TV tanpa smarphonepun masih bisa berjalan dengan lancar. Maka Google Cast sering dipakai di produk TV yang tidak terinstall Android TV. Target Cast adalah TV moden yang tidak punya sistem operasi namun punya port HDMI.

androidTV

Android Cardboard.

Cardboard merupakan proyek terbaru dari Google yang menjadi platform Augment Reality murah meriah. Seperti namanya, Cardboard dibuat dari kardus bekas sebagai “kacamata virtual”. Cardboard memungkinkan kita merasa berada di Lokasi lain secara 3D. Cardboard di promosikan Google untuk kegiatan pariwisata atau untuk tujuan pendidikan. Cardboard tetap butuh Smartphone Android. Cardboad juga dipakai untuk menyaksikan video 360 di youtube atau Google Earth dan streetview. Untuk membuat aplikasi Cardboard,anda harus belajar CardBoard SDK.

Video dari techcrunch ini akan lebih memahamkan anda tentang Cardboard.

Android Auto

Pada saat pertama kali diperkenalkan tahun 2014, saya kira Android Auto adalah platform Android untuk mengontrol segala hal di mobil. Saya membayangkan android auto dipakai untuk menutup pintu, mematikan dan menghidupkan mesin atau untuk mengatur segala hal di mobil. Ternyata saya salah besar. Android Auto adala kebalikan dari Android TV. Produk ini adalah produk hiburan untuk mobil berbasis Android. Aplikasi yang ditarget untuk Auto adalah aplikasi Navigasi dan Audio. Aplikasi seperti Google Streeview, Radio online, music player dan podcast adalah jenis aplikasi  yang cocok untuk Android Auto. Google mengutamakan keamanan berkendara menjadi faktor nomor satu saat memakai Android Auto, maka voice input menjadi bagian tidak terpisahkan dari Android Auto. Sekali lagi, Android Auto adalah Platform hiburan untuk mobil. Jadi disini sangat jelas bahwa sangat tidak cocok aplikasi seperti youtube atau Game ada di Android Auto.

Nah, setelah tahu semua itu, sekarang makin semangat belajar pemrograman android kan? Kedepannya sebagian besar perangkat komputasi akan memakai Android yang artinya peluang programer android akan terus meningkat dari tahun ketahun. Semoga gambaran Artikel ini memberi manfaat dan gambaran yang lebih luas dari Framework Android.

Mengenal UI Navigasi di Android

Android saat ini adalah smartphone paling populer dengan lebih dari 1.500.000 aplikasi di playstore. Bagi anda yang ingin belajar pemrograman android maka langkah awal yang perlu dipahami adalah memahami istilah di android. Karena banyaknya istilah teknis diandroid,  artikel ini hanya menjelaskan istilah dari  berbagai UI navigasi di android dan penamaannya sehingga saat anda mencari,membaca atau belajar pemrograman android anda tidak bingung. Sekarang anggaplah anda membaca kalimat seperti ini:

  1. Anda lebih memilih Navigation drawer atau  Sixpack ?
  2. Menurut saya sih enaknya pake Snackbar, jangan pake AlertDialog?
  3. sepertinya meatball menu lebih enak dilihat dibanding Kebab menu?

Nah loh, bingung kan? Sekarang mari kita analisa satu persatu

Icon hidden menu

Di android banyak sekali icon yang menunjukan ada menu tersembunyi didalam aplikasi. Sayangnya, format icon inipun beda beda. Namun ringkasnya bisa dilihat dibawah ini

Sixpack Menu

Sixpack menu adalah istilah yang dipakai untuk menu yang menggunakan ImageButton atau Gridlayout. Menu ini basanya berukuran 2×3, atau 2×4, 3×3 dan variasi lainnya dari grid. Kebanyakan aplikasi diera sebelum ICS memakai menu ini.  Kelebihan dari menu ini, user bisa mengekplore seluruh menu yang ada.

menu sixpack aplikasi linkedin

menu sixpack aplikasi linkedin

List menu

Tipe menu yang paling banyak digunakan saat ini. Variasi menu ini sangat banyak, ada yang cuma teks, ada yang kombinasi gambar text ada yang backgroundnya gambar dan variasi lain tapi intinya sebutannya tetap sama yaitu List Menu
listmenu

Navigation drawer

Navigation Drawer adalah menu yang tersembunyi di samping kiri layar smartphone, biasanya diaktifkan oleh Hamburger menu. Jika anda perhatikan, sebagian besar aplikasi Google di android sekarang pakai menu ini. Perhatikan Google map, Gmail dan  Google search di android.

appdrawer

Tab Menu

menu ini berada diatas aplikasi dan kita cukup menggeser kekiri atau kekanan untuk membuka menu lain. Google Play menggunakan tab menu. Cocok dipakai untuk layar yang punya  kontent sejenis dan dikelompokan kedalam kategori.

tabmenu

 

Spinner

Tipe menu ini biasanya terletak di actionbar atau dibawah actionbar. Contohnya adalah aplikasi Google+ terbaru. Perhatikan  nama usernya yaitu Justin dan everything.  Ada icon panah kebawah? Itu adalah spinner. Dalam bahasa pemrograman web dan desktop, spinner disebut dengan combobox.

 

spinnerdanfab

Google+ dengan menu spinner

Floating Action Button (FAB)

Ini lebih tepat disebut button, namun karena sifatnya unik, dan menjadi salah satu cirikhas Material Design di Lolipop, maka saya sertakan disini. Perhatikan gambar ikon pencil di aplikasi Google+ atau Gmail. Icon ini sering disebut dengan Floating action button atau disingkat FAB. Ini adalah ciri khas dari Lolipop. Tombol ini biasanya tombol yang paling sering dipakai oleh user dan menjadi fitur utama di aplikasi tersebut. Sebagai contoh, aplikasi Gmail untuk menulis draft surat dan di Google+ untuk menulis update. Jika anda membuat aplikasi Camera, anda bisa memakai tombol FAB jadi user bisa dengan cepat mengaktifkan camera.

Snackbar

components-toasts-specs-spec_toast_03_1_large_mdpi

Snackbar dipakai saat kita melakukan aksi tertentu dan aksi selanjutnya merupakan opsional. Snackbar akan hilang dengan sendirinya jika user tidak menekan tombol yang disediakan. Contohnya seperti gambar diatas, kita mengarsipkan pesan,  lalu snackbar muncul dengan pesan “archived” sementara tombol disampingnya adalah undo. Contoh lain anda mengirim email dan setelah di send, muncul snackbar dengan tombol “batal”. Snackbar merupakan versi baru dari alertDialog di Android.

InsyaAllah klo saya tidak sibuk, akan saya buatkan tutorial untuk masing masing tipe navigasi diatas.